Team Bumi in Happiness Festival 2019
- Team Bumi

- Apr 29, 2019
- 5 min read
Updated: May 4, 2019

Tahun ini, Team Bumi berkesempatan untuk mengikuti Happiness Festival yang diselenggarakan oleh United in Diversity Foundation (UID) dan Project Semesta, di bawah naungan Bappenas dan UN SDSN. Happiness Festival diadakan untuk merayakan Hari Kebahagiaan Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Maret 2019, namun tahun ini diadakan di bulan April pada tanggal 27 dan 28 karena menunggu perhelatan pesta demokrasi lima tahunan berlangsung, yaitu pilpres dan pileg yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17 April 2019. Momen Happiness Festival ini sungguh tepat, karena bisa menyejukan suasana yang lumayan panas dan tegang seusai pesta demokrasi.
Tujuan dari diadakannya festival ini adalah untuk memperkenalkan atau mempromosikan konsep Sustainable Development Goals dan Happiness SDGs Pyramid kepada masyarakat. Kita juga diperkenalkan dengan “tiga cara kebahagiaan” yang terispirasi dari filosofi Tri Hita Karana.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai Tri Hita Karana yang ditulis oleh Sukolaras di sini.
Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi. Pada dasarnya hakikat ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai.
Hakikat mendasar Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara Manusia dengan Tuhan nya, Manusia dengan alam lingkungannya, dan Manusia dengan sesamanya. Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak.
Empat hari sebelum Happiness Festival dimulai, Alivia berkesempatan mewakili Team Bumi mempromosikan ajang tahunan UID di acara Selamat Pagi Indonesia Metro TV Bersama dengan ibu Cokorda Dewi dan kak Nirina Zubir.

Happiness Festival memiliki banyak sekali aktifitas menarik, diantaranya Open Mind, Open Heart, Open Will Dialog & Workshop, Community Aspiration, Practicing The Open Mind & Open Heart Discipline, Expression For Harmony, Elevating Your Awareness & Mindfulness, Happiness Activity, Journey Back To Your Root Culture, dan Happy Cafeteria. Semua kegiatan ramah anak dan sangat cocok untuk momen rekreasi keluarga. Tidak hanya sekedar rekreasi, tapi kita juga bisa memperoleh banyak insight seru. Kita bisa menyusuri deretan booth Community Aspiration dan Happy Cafeteria.
We were so happy for the Happy Cafeteria, soalnya ada banyak sekali makanan sehat dan banyak opsi seperti organic, vegan, gluten free, dan dairy free. Sangat tepat nih buat orang-orang yang punya preferensi khusus terkait makanan.
Banyak booth komunitas yang menarik, contohnya booth Campaign yang memperkenalkan kita tentang investasi pada sumber energi terbarukan. Ada Guru Bumi di mana anak-anak bisa bermain kartu kuartet yang sarat akan pengetahuan soal lingkungan, flora, dan fauna Indonesia. Ada juga Salur, komunitas yang mengkampanyekan soal Sustainable Fashion, di mana mereka menjual preloved items dan mengolah pakaian bekas yang tidak lolos sortir untuk menjadi produk kerajinan dan fashion. Pengunjung juga bisa mencoba permainan tradisional, melihat traditional crafts, dan berkenalan dengan teman-teman yang berasal dari hampir semua daerah di Indonesia. Yang jelas, perwakilan Youth Action Forum juga ada di booth Community Aspiration loh. Team Bumi mewakili Youth Action Forum, Bersama dengan beberapa rekan lain di YAF2018. Ada Intan yang mewakili organisasi Smoke Free Agents yang berkampanye soal bahaya merokok, Puji dari Team Ecole yang mempromosikan metode pengolahan sampah organik berbasis black soldier fly untuk menghasilkan pupuk kompos padat dan cair, serta pakan unggas, Team Kitong Bisa Enterprise yang bergerak dibidang pendidikan untuk adik-adik di Papua, Andri yang mempromosikan produk olahan cokelat dari kelompom UMKM Magelang, dan tentu saja ada Team Bumi yang mempromosikan program Bumi Kami yang fokus pada Sustainable Tourism di Indonesia. Team Bumi mempromosikan Parewatana kepada para pengunjung, kami juga menjual beberapa produk dari Sumba seperti Kopi, tenun, dan tas anyam untuk fund raising kegiatan Komunitas Literasi Bergerak Sumba Tengah. Kami sangat senang melihat antusias pengunjung yang mampir ke booth Youth Action Forum, kami jadi dapat banyak teman baru juga. Masih banyak lagi booth menarik lain, dan yang jelas banyak souvenir menarik di hampir setiap booth.
Selain mengisi Community Aspiration Booth, kami juga mengisi sesi Community Dialog dengan tema “MENJADI MUDA PROAKTIF”. Sesi ini diisi oleh Alivia, Iza, Nara, dan Salman. Masing-masing dari mereka menceritakan bagaimana cara mereka bisa mengatur waktu mereka sehingga bisa mengikuti aktifitas perkuliahan atau sekolah dengan maksimal, tapi disaat yang bersamaan masih bisa berkontribusi pada SDGs melalui organisasi atau komunitas mereka. Team juga berbagi soal apa yang mendorong mereka untuk turut serta beraksi dalam upaya pencapaian SDGs. Selain itu, ternyata besar pengaruh influencer yang mereka ikuti di social media dalam menentukan aktifitas apa yang ingin mereka geluti. Seperti Nara misalnya, masih berusia 17 tahun, tapi sangat aktif dan kreatif. Dia sangat berprestasi. Masih di bangku SMA, dia sudah menjuarai banyak perlombaan, bahkan sudah mengikuti konferensi tingkat ASEAN. Yang diikuti Nara di social media adalah kebanyakan akun-akun organisasi nasional dan internasional yang concern terhapad SDGs, aktivis muda, dan figur-figur muda berprestasi lain. Beda dengan teman-teman sebayanya yang kebanyakan mengikuti artis atau selebgram sensasional. Karenanya kami menekankan pentingnya bijak dalam bersosial media.
Menjadi muda proaktif itu bukan soal umur, tapi soal pola pikir. Iza dan Alivia sudah membuktikan, meskipun sudah tidak semuda Nara atau Salman (umur dirahasiakan, hahahahahaha), tapi kedua perempuan tangguh ini masih sangat aktif ke sana ke mari untuk kegiatan komunitas dan organisasi yang tidak jauh dari SDGs. Iza ditengah kesibukannya kuliah dan kerja part-time, masih bisa loh mengurus Bumi Kami dengan maksimal. Harapan kami bisa lebih banyak lagi anak-anak muda yang aktif berpartisipasi dalam self-capacity building events dan kegiatan komunitas dan organisasi yang memiliki dampak positif bagi pribadi mereka dan masyarakat.
Team Bumi juga bercerita, bagaimana Youth Action Forum mempertemukan dan melatih mereka untuk mengesampingkan ego dan bekerja sama dalam satu team yang solid. Harapanya, tahun ini teman-teman bisa diterima untuk mengikuti ajang Youth Action Forum 2019 (baca kisah YAF 2018 di sini).

Team Bumi juga secara bergantian mengikuti Open Mind, Open Heart, Open Will Dialog & Workshop. Kami bergantian karena harus ada orang yang menjaga dan menyapa pengunjung booth. Beberapa workshops yang kami ikuti diantaranya:
Berbagi Kebahagiaan oleh Andien dan Salur.
Aligning Our Action for Sustainable Tourism oleh Valerina Daniel & Nirina Zubir.
Better Business, Better World; Sustainable Value Chain oleh Maria Dewantini Dwianto (Unilever), Silverius Onte (Telapak.org), Jalal (CSRI).
Initiating Collective Creation of Sustainable Packaging (for better future) oleh Unilever.
Alignment Our Action on Sustainable Consumption & Production oleh Greeneration.

Overall, the Festival is so fun and insightful. Semoga Team Bumi bisa berpartisipasi lagi tahun depan ya. Pantengin terus websitenya, dan kamu juga bisa bikin akun untuk mengikuti kuis seperti Happiness Meter untuk mengukur seberapa bahagia kah kamu. Seru deh pokoknya.









Comments