Team Bumi Kami in Young Changemakers Social Enterprise Academy Bootcamp
- Team Bumi

- Mar 24, 2019
- 9 min read

No word can describe how happy we were. Thanks to God, after 3 months joining YCSE Academy, Team Bumi was selected as Top 10 Group for YCSE Academy Bootcamp in Bandung. Seperti yang sudah kami ceritakan di post sebelumnya, kami telah mengikuti beberapa rangkaian acara sebelum akhirnya terpilih menjadi peserta Bootcamp yang diselenggarakan di Bandung dan Jakarta. Rangkaian acara terdiri dari Open Submission, Program Launch, Coaching Class #1 - #4, Public Vote, dan diakhiri dengan Bootcamp dan Public Presentation and Networking Day di @atamerica. YCSE Academy 2019 dimulai sejak tanggal 2 Januari hingga 23 Maret 2019, buat teman-teman yang ingin mengikuti ajang ini tahun depan, siap-siap ya diawal tahun. Tipsnya supaya lolos adalah selalu mengikuti rangkaian kegiatan dengan saksama. Meskipun teman-teman tidak berlokasi di Jakarta, teman-teman bisa mengikuti kegiatannya via streaming di semua channel social media Campaign dan @atamerica. Mengikuti rangkaian acara tidak hanya sekedar datang-duduk-dengar atau nonton loh. Latihan juga sangat diperlukan. Team Bumi selalu mengikuti latihan-latihan yang diberikan saat sesi Coaching Class. Kami juga selalu memperbaharui proposal kami sesuai dengan pengetahuan yang baru kami peroleh saat Coaching Class. Tips yang kedua adalah selalu memperhatikan syarat dan ketentuan proposal dengan saksama. Buat proposal sedetail mungkin dan sesuaikan dengan syarat dan ketentuan proposal. Selalu pantau account penyelenggara dan ikuti arahannya. Saat masa Public Vote, minta teman-teman kalian secara personal untuk membantu kalian dalam vote. Buat video dan give away product agar semakin banyak orang tertarik untuk vote.
Pengumuman Top Ten Team menjadi momen yang sangat kami tunggu. Alhamdulillah kami lolos. Kami pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk Bootcamp di Bandung. Guidebook yang disediakan panitia sangat detail. Campaign juga menyediakan panitia yang selalu siap membantu dan memberi arahan pada peserta terkait persiapan Bootcamp. Bootcamp dilaksanakan sejak tanggal 19 hingga 23 Maret di Bandung, tepatnya di Trizara Resort, Lembang. Tanggal 19 Maret merupakan hari keberangkatan kami ke Bandung. Academy dimulai tanggal 20 hingga 22 Maret. Tanggal 23 kami kembali ke Jakarta di pagi hari dan mengikuti Public Presentation and Networking Day di @atamerica sore harinya.
Our first day of YCSE Academy was awesome. We are facilitated by cool committee and experienced mentors. Hari pertama kami awali dengan ice breaking untuk saling mengenal peserta YCSE Academy. Kami sangat bersyukur bisa sampai ke 10 besar dari 130 aplikasi YCSE Academy yang masuk. 10 ide yang berkumpul di Bootcamp ini keren-keren dan pesertanya masih sangat muda, rata-rata masih duduk di bangku kuliah jenjang S1. Ternyata tidak sedikit anak muda yang peduli dengan isu-isu di sekitar kita yang perlu solusi. Our Team were 25 years old plus. Kebanyakan para peserta masih berusia 20 hingga 23 tahun. Secara pribadi, saya sangat kagum dengan anak-anak muda ini. Saat saya seusia mereka, saya tidak begitu aktif dan partisipatif dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Dan di sini, saya bisa melihat betapa cemerlangnya gagasan dan ide mereka. Tidak hanya sekedar ide, tapi aksi nyata. Mereka menuangkan ide-ide mereka dalam aksi nyata. Saya jadi teringat teman-teman saya di Komunitas Aksi untuk NTT. Besar harapan saya agar anak-anak muda di komunitas Aksi untuk NTT juga tidak kalah aktifnya dengan teman-teman di YCSE Academy Bootcamp. Kembali ke the Bootcamp, we had so many fun games, dan moderator kegiatan pun (kak Aziz) sangat cool dan selalu bisa membawa suasana jauh dari kata membosankan.
Belum memulai acara saja, Team Bumi sudah disibukkan dengan mengubah rancangan dokumen dan konten proposal yang sudah menjadi bahan latihan kami selama 3 bulan periode YCSE Academy. But we had so much fun. Kami jadi bisa lebih dekat dengan anggota Team.
Kami memulai kegiatan dengan sesi foto dan video shoot untuk masing-masing kelompok. We don't really know how to pose, but the results were pretty cute. 😊
Kami kemudian menyambut tamu diantaranya Pak Sean McKee, Pak Jed T. Dornburg dari @america untuk membuka acara. Setelah itu kami berkesempatan untuk pitching idea selama satu menit untuk memberitahukan pada para tamu perihal seperti apa social enterprise yang sedang kami bangun. Setelah itu, para tamu tersebut memberikan feedback mengenai bagaimana cara pitching idea yang menarik. Kami harus memperhatikan waktu dan harus bisa menggunakan waktu yang ada sebaik mungkin. Jika diberikan waktu satu menit, sebaiknya cukup satu menit, jangan lebih dan jangan kurang. Selain itu, perlu untuk siap dalam kondisi apapun. Kita tidak selalu bisa pitching idea di kondisi yang mendukung kita. Sebaiknya kita siap untuk mampu mengkomunikasikan ide kita dalam kondisi apapun. Kami pun diharapkan bisa membaca kondisi pendengar. Usahakan ritme dan konten kita membuat pendengar tertarik dan tidak bosan.
Sesi siang diawali dengan pemaparan materi tentang Life Map, Theory of change and Social Business Model Canvas difasilitasi oleh Team Platform Usaha Sosial (PLUS). Perihal Life Map, kami diminta untuk membuat list atas rentetan peristiwa yang membawa kami ke titik ini. Seperti yang pernah di bahas di Coaching Class #2 dan #4 bersama kak Helga dan Pak Romy (baca ceritanya di sini), finding your why is very important because it can be your source of energy to execute your plans. Kami pun membuat Life Map pribadi dan kelompok. Dalam Life Map Kelompok, kami menggambarkan alur terbentuknya Team Bumi. Berawal dari Youth Action Forum dan berlanjut hingga YCSE Academy Bootcamp. Kami memiliki kepedulian terhadap hal yang sama, yaitu environment preservation. Seiring dengan diskusi Panjang, kami kemudian memiliki ide untuk mengkombinasikan women empowerment, torism industry, dan environment preservation dalam satu project. Selanjutnya, kami mempelajari Teory of Change yang sebelumnya sempat dibahas secara singkat oleh Pak Romy di Coaching Class #4. Dalam materi Theory of Change ada beberapa steps yang harus dilalui diantaranya:
Impact and long-term goal. Disini kita diharapkan dapat membuat long term goal menggunakan metode SMART (Spesific, Measureable, Attainable, Relevant and Time bound).
Background mapping. Membuat logical framework dari proses untuk mencapai long-term goals. Terus membuat dan memperbaharui framework ini hingga diperoleh satu yang dirasa paling sesuai untuk menjalankan rencana.
Complete Framework. Complete framework bertujuan agar kita dapat menhubungkan kondisi usaha kita yang sekarang dan bagaimana meraih goal dari apa yang kita targetkan.
Identifying Assumptions and Justifications. Untuk dapat meraih long term goal, terdapat beberapa kondisi atau situasi yang dibutuhkan dan harus terpenuhi.
Developing Indicators. Sangat penting untuk mengukur implementasi dan efektivitas dari program yang dijalankan. Dengan mengumpulkan data dari masing-masing outcome, bisa diukur apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil beserta alasannya. Indikator adalah variable asli yang diukur seperti nilai akhir rata-rata atau tingkat keahlian dalam sebuah skill tertentu, populasi dari kelompokyang diukur, minimum number yang merepresentasikan outcome yang sukses dicapai, trigger questions (siapa yang berubah, berapa banyak yang diharapkan untuk berhasil, kapan outcome akan dicapai).
Identifying Indicators. Di Theory of Change kita belajar bagaimana menentukan long term goal di awal dan memikirkan bagaimana kita dapat meraihnya. Pada konsep ini kita juga diajarkan bagaimana tahap-tahap yang harus difikirkan untuk dapat sejalan dengan long term yang sudah kita buat.
Sesi terakhir hari ini diakhiri dengan topik mengenai Social Business Model Canvas yang difasilitasi kakak-kakak PLUS. Ternyata, membuat SBMC jauh lebih mudah dan simple dibanding dengan business model canvas biasa. Hanya ada 7 boxes yang perlu kami isi, diantaranya:
Customer and community. Siapa saja customer dan komunitas yang akan terbantu dengan adanya usaha.
Value preposition. Apa yang membuat usaha sosial berbeda dari yang lain.
Social impact. Apa saja dampak positif yang ingin dicapai dengan adanya usaha.
Revenue stream. Bagaimana usaha sosial bisa mendapatkan pendapatan.
Cost. Apa saja biaya yang diperlukan oleh usaha sosial.
Resources. Sumber daya apa saja yang usaha sosial sudah dan perlu miliki.
Partner. Siapa saja yang bisa mendukung dan membantu usaha sosial berkembang.
Kami kemudian berlatih untuk mengisi kotak-kotak tersebut didampingi langsung oleh fasilitator PLUS. Sesi latihan seperti ini sangat seru dan membantu, apalagi dengan didampingi ahlinya seperti ini. Kita jadi bisa lebih jelas dalam menjelaskan alur social enterprise kita akan menjadi seperti apa. Sesi dengan PLUS juga sangat membantu karena para fasilitator mendampingi kami secara intens. Ada 7 orang Team PLUS sehingga masing-masing kelompok memperoleh kesempatan untuk didampingi langsung oleh para fasilitator. Latihan intensif seperti ini jarang ditemui di workshop-workshop lain.
That was what we had in our first day. A day full of insights, knowledge, and stories. We can't wait to continue the learning journey prepared by Campaign.
Hari kedua tidak kalah menyenangkan. Kami berkesempatan untuk mempresentasikan Social Bussiness Model Canvas kami dan memperoleh feedback dari para fasilitator. Dalam membuat SBMC, kami agak kesulitan dalam membuat value preporsition karena produk yang kami tawarkan hanya memiliki satu poin penting untuk customer yang kami sasar. Kami juga memperoleh banyak insight baru dari SBMC kelompok lain. Perihal Value Preposition akan dibahas lebih detail Bersama Pak Romy di sesi selanjutnya.
Adapun notes yang diberikan oleh tim PLUS pada kami sebagai kesimpulan untuk hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
Empathy map
Customer persona - pain and gain
Customer journey
Target customer
Validate problem
Prioritizing problem
Selesai dari pemberian feedback oleh PLUS, diilanjutkan dengan materi oleh INSTELLAR. Presentasi ini bertemakan tenting essential strategies for social entreprise sustainability. Pak Romy Instellar menjelaskan tentang konsep sustainability dan menjelaskan apa saja fundamental of startup sustainability yaitu:
Invest in your people
Stay live to your mission, vision and values,
Start with big idea, but scale it down
Focus on your power
Pak Romy juga mengajarkan tentang cara membuat rumusan mission statement dengan terdiri dari 8 kata; adapun hal-hal yang harus ada pada mission statement adalah kata kerja, untuk siapa, dan hasil perubahan yang diharapkan. Pada materi ini kita juga diajarkan agar dapat berfokus pada kekuatan yang kita miliki, juga diharapkan agar kita dapat terus menjalin hubungan baik dengan para stakeholders. Dan diakhir sesi kita diingatkan untuk terus berinvestasi pada brand yang kita punya.
Kami juga belajar lebih lanjut tentang SBMC namun lebih fokus pada Value Preposition. Kami sangat terbantu dengan tools yang diberikan pak Romy, yaitu Value Preposition Canvas. Kami jadi bisa memetakan secara lebih jelas mengenai apa yang dibutuhkan customer dan apa yang bisa kami tawarkan.
Sesi selanjutnya yaitu materi tentang types of funding. Kategori ini dibagi menjadi dua yaitu, strategic investors dan financial investors. Funding bisa kita dapatkan melalui beberapa cara yaitu keluarga/teman, crowdfunding, bank, impact investor, angel investor, venture capital, grant/award, accelerator/incubator. Adapun tipe-tipe funding adalah equity, debt, convertible debt, grant, dan revenue.
Selanjutnya kita pun diajarkan tentang business model canvas namun lebih fokus pada value proposition canvas. Untuk menutup sesi pada hari ini pak Romy mengajarkan bagaimana caranya kita membuat pitching. Key element dari pitching ini terdiri dari problem, solution, market validation, business model, market adoption, dan team serta call for action.
Hari ketiga, and sadly, our last day of the Bootcamp, kami berkesempatan untuk latihan pitching ideas selama 3 menit. Kami diberi banyak masukan dari para fasilitator dan para peserta. Masukan dari fasilitator diantaranya memperhatikan tone suara, pengulangan pesan di akhir mengenai story of Adelina yang kami angkat di awal, dan jeda yang kami miliki. Kami mencoba memperbaikinya dan memakai strategi lain saat praktek di kelas besar, dan alhamdulillah, kami memiliki progress yang baik menurut para fasilitator. Di hari-hari terakhir, kami disibukan dengan latihan untuk pitching ideas. Gugup luar biasa melanda kami karena kami akan mempresentasikan ide kami di @america dengan banyak audiens. Kami sudah terbiasa berbicara di depan umum, hanya saja akan lebih mudah jika apa yang kami presentasikan sudah berjalan atau sudah memiliki hasil atau impact. Kami agak kagok karena project kami masih berada di titik awal. Masih banyak study lapangan dan diskusi dengan stakeholder terkait untuk pelaksanaan program. Semoga bisa kami sempurnakan saat launching produk nanti.
Hari terakhir diakhiri dengan sesi dari Campaign. Sesi ini difasilitasi oleh Pak William, CEO Campaign. Personal thought (yang entah kenapa kompak dimiliki kami bertiga), pak William have something in him yang membuat kita tidak bosan sama sekali saat mendengar dia berbicara. Sesuatu yang perlu kita cari tahu apa, dan kita tiru. Kak eka sampai berguman “Wah, serius, hebat loh bapak ini, di jam segini (sesi siang setelah jam makan siang) kita sama sekali gak ngantuk dengerin dia ngomong.” Hahahaha. Anyway, kembali ke topik, sesi Bersama pak William berfokus pada Presentation on The Components of an Effective Social Marketing Campaign, Discussion on Local, regional, and International examples, Presentation on Understanding the concept of visual storytelling, Workshop on Applying social media strategy in line with your mission, Workshop on identify different media channels and how to use them for impact. Pak William juga menjelaskan tentang pentingnya kita mengetahui perspektif dari konsumen (customer).
Sesi selanjutnya yaitu materi tentang Social Media yang dinpandu oleh tim dari Campaign juga. Kategori ini dibagi menjadi dua yaitu social media dan visual 101. Dimana social media mengarahkan kami untuk mengerti goals dari sosial media kita juga konten-konten yang dapat menjadi inspirasi kami sebagai Team Bumi untuk membuat posting di Instagram dan social media. Salah satu contohnya adalah element of story dimana setiap hal yg kita share di media sosial harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:
Beginning middle and end
Character
The challenge
Setting
Call to action
Hal ini dapat memperkuat brand image postingan social media kita menjadi lebih terarah seperti dengan goal yang ingin kita capai. Lalu sesi setelahnya kami diajari tentang visual 101 bagaimana kami diberikan bekal mengenai cara mengambil gambar dan memaksimalkan fungsi kamera smart phone yang kami miliki sendiri. Lalu setelah itu kami berlatih untuk membuat konten social media kami berdasarkan hal yang telah diajarkan oleh Team dari Campaign ID. This session was so insightful, kami jadi tahu bagaimana caranya memanfaatkan social media secara efektif. Kenadala yang banyak dialami teman-teman adalah konsistensi waktu, design graphic, dan kemampuan pengambilan foto dan video. Team Campaign memberikan banyak tools yang bisa kami gunakan untuk mempermudah misi kampanye kami. Kata pak William “gunakan resource yang ada, yang gratis, dan mudah. Jangan memaksakan diri menggunakan tools yang canggih dan mahal, tapi diri sendiri belum siap dan mampu untuk itu.”
Hari ketiga ditutup dengan menyampaikan kesan dan pesan selama kegiatan. Kami sangat beruntung dan berterima kasih atas kesempatan yang kami peroleh. Tanpa menghilangkan sisi senang-senangnya, ada sesi karaoke loh dipenghujung hari.
Hari keempat, kami kembali ke Jakarta dengan perasaan gugup karena harus presentasi di @atamerica. Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancer. Acara Public Presentation dan Networking Day berjalan dengan lancar. Kalian bisa nonton acaranya di sini.
Terima kasih banyak Campaign, @atamerica, Plus, dan Instelar. Begitu banyak pengetahuan baru yang kami peroleh. Semoga kami bisa secepatnya kembali ke panggung @atamerica untuk menyampaikan progress kerja kami. Terima kasih kepada semua panitia, khususnya kak Hany dan kak Galih yang selalu stand by to take care of us. You guys are awesome.
Galeri Team Bumi di YCSE Academy Bootcamp 2019.
DAY 1
DAY 2
DAY 3
DAY 4



















































































































Comments